Swedia Jangan Basa-Basi Tangkap Petinggi GAM

Swedia Jangan Basa-Basi Tangkap Petinggi GAM

- detikNews
Sabtu, 19 Jun 2004 12:26 WIB
Jakarta - Anggota Komisi I DPR Yasril Ananta Baharuddin berharap penahanan terhadap dua petinggi GAM tidak sekadar basa-basi untuk menyenangkan pemerintah Indonesia.Pemerintah diminta melengkapi seluruh bukti yang diperlukan.Demikian disampaikan Yasril Ananta Baharuddin kepada detikcom di Jakarta, Sabtu (19/6/2004)."DPR berharap kasus hukum yang diterapkan diselesaikan secara tuntas. Tetapi tanpa mencampuri proses hukum dalam negeri, penahanan tidak sekadar dijadikan basa-basi untuk menyenangkan RI," kata Yasril ketika dimintai komentar seputar pembebasan 2 petinggi GAM. Pemimpin GAM yakni Malik Mahmud dan Zaini Abdullah dibebaskan dari tahanan Swedia. Hal ini didasarkan pada keputusan Pengadilan Distrik Stockholm yang menilai tidak ada bukti yang cukup untuk mengabulkan permohonan perpanjangan penahanan terhadap 2 pentolan GAM tersebut "Pemerintah harus terus memonitor proses hukum terhadap 3 pentolan GAM. Mereka harus ditindak tegas karena jelas-jelas melakukan separatis di negara lain. Kalau di AS, pelaku separtis langsung ditahan, apalagi tindakan 3 pentolan GAM telah menjurus kategori terorisme," ungkap Yasril.Lebih lanju, Yasril menilai pemerintah telah maksimal untuk memenuhi bukti-bukti yang diperlukan. "Jadi jika bukti penahanan belum dianggap cukup, pemerintah sebaiknya segera mengirimkan seluruh informasi dan data yang diperlukan," demikian Yasril. (aan/)


Berita Terkait