"Mereka tidak menghiraukan kami," keluh Irma Lubis, orang tua siswa atas nama MAB yang mengaku dipaksa menyebarkan contekan dalam UAN SD pekan lalu.
Pernyataan tersebut dia sampaikan di Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak, Jl TB Simatupang, Jakarta, Sabtu (28/5/2011). Sesaat sebelumnya dia menyampaikan laporan mengenai kasus yang dialami anaknya kepada Ketua Komnas PA, Aries Merdeka Sirait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan dalam perjalanan pulang, MAB mengeluhkan sakit di bagian dada. Setelah ditanya, akhirnya MAB mengaku dipaksa untuk menyebarkan contekan jawaban UAN kepada teman-teman sekelasnya oleh seorang oknum guru bernama Aisyah.
Bahkan tindaka tersebut diikat dengan perjajian lisan dan tertulis agar tidak dibocorkan kepada siapa pun. "Anak saya ingin keluar dari kesepakatan tolol itu," papar Irma sambil menyeka airmatanya.
Irma kemudian berusaha menemui oknum guru yang dimaksud untuk meminta keterangan. Tetapi permintaan itu tidak dihiraukan. "Malah di hari ke tiga, kami ditegur Subdin Diknas Jaksel," ungkap Irma.
"Saya punya rekaman. Saya menginterview anak-anak lain dan mereka bilang ini demi kebaikan. Jadi anak-anak mengatakan ada kesepakatan secara lisan dan tulisan untuk kebaikan," sambungnya.
Meski mengaku sangat kecewa, Irma tidak berencana melaporkan kasus tersebut kepada polisi. "SD adalah tempat anak-anak tumbuh menjadi manusia dewasa. Saya hanya ingin fungsi guru dikembalikan," jelas Irma tentang alasan tindakannya.
(van/lh)











































