"Komunikasi dengan partai terakhir proses di Dewan Kehormatan. Sampai saat ini belum ada komunikasi dengan partai," ujar Sekretaris Divisi Kominfo DPP PD, Hinca Panjaitan.
Hal ini dia sampaikan dalam Polemik Trijaya "Bola Panas Nazar Udin". Acara diskusi on-air tersebut berlangsung di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/5/2011).
Terputusnya komunikasi antara PD dengan Nazaruddin, membuat DPP PD kesulitan menelusuri keberadaan kadernya yang namanya tersangkut kasus suap Sekjen Kemenpora dan gratifikasi Sekjen MK tersebut. Bahkan tidak ada kepastian pula apakah saat ini yang bersangkutan benar berada di Singapura dan masih berada di sana.
"Ya lewat apa menyampaikan permintaan agar pulang? Tapi kami tahu dari rekan media dan fraksi bahwa dia di Singapura," tuturnya.
Maka jalan yang bisa dilakukan sementara ini adalah menyampaikan himbauan melalui media massa. Agar Nazaruddin menghormati proses hukum dan memenuhi panggilan pemeriksaan terhadap dirinya oleh KPK pada 31 Mei mendatang.
"Semua orang termasuk kader partai harus tunduk pada penegakan hukum. Ya kalau dia dipanggil kami imbau harus kembali. Bepergian itu hak, tapi memenuhi panggilan KPK itu kewajiban. Meski belum ada komunikasi tapi kita yakin betul dia kembali," tandasnya.
(van/lh)











































