Misteri Lima Nama 'Koleksi' Nazaruddin

Misteri Lima Nama 'Koleksi' Nazaruddin

- detikNews
Jumat, 27 Mei 2011 18:27 WIB
Jakarta - Namun Ramadhan Pohan membantah kabar, SBY memanggil lima kader Demokrat yang disebut-sebut Nazaruddin. Misteri lima nama yang disebutkan mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin ikut terlibat dalam kasus yang dihadapinya hingga kini belum terungkap. Masyarakatkan pun hingga kini hanya sebatas menebak-nebak rekan sejawat Nazaruddin yang dimaksud.

Sebelumnya Juru Bicara DPP Demokrat Ruhut Sitompol mengatakan, Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono telah memanggil dan mengklarifikasi lima nama politisi Demokrat yang disebutkan Nazaruddin. Namun menurut Ruhut, berdasarkan penjelasan dari SBY dan klarifikasi atas lima orang yang dimaksud, disimpulkan tidak terbukti terlibat.

“Pak SBY hanya mengatakan telah memanggil dan mengklarifikasi terhadap lima orang yang disebut Nazaruddin terlibat dengan kasus yang dihadapi. Namun dari kelimanya itu tidak terbukti terlibat,” ujar Ruhut.

Sementara keterangan berbeda disampaikan Wasekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan, Jumat (27/5). Menurut Ramadhan, tidak ada informasi yang menyebutkan Ketua Dewan Pembina Demokrat SBY telah memeriksa lima orang yang diduga terlibat dalam kasus yang dihadapi Nazaruddin.

“Setahu saya tidak ada tuh pemeriksaan lima orang kader Demokrat yang dilakukan Pak SBY. Baik yang berasal dari Pengurus DPP maupun yang duduk di dewan,” kata Ramadhan.

Menurut Ramadhan, dalam kasus yang dihadapi Nazaruddin ini ada pihak-pihak yang sengaja mengembangkan kasus ini untuk tujuan tertentu. Entah untuk mengaburkan masalah, menyudutkan Demokrat atau motif lainnya.

"Karenanya saya tegaskan, tidak ada itu lima orang Demokrat yang terlibat dalam kasus yang dihadapi Mas Nazaruddin. Ini semua tidak benar dan tidak ada bukti. Jadi saya rasa ada orang yang sengaja mengembangkan opini, bahwa Mas Nazaruddin ini seolah-olah tidak sendiri dalam kasus yang dihadapinya,” ujar anggota Komisi II ini.
(asy/asy)


Berita Terkait