Sintia Muhaini, siswi SMAN 1 Simo, Boyolali, dilaporkan telah meninggalkan rumahnya di Dukuh Gringsing, Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Boyolali, sejak 9 hari lalu.
Ayah Sintia, Maryono, mengatakan anak pertamanya yang baru berusia 16 tahun itu menghilang sejak tanggal 19 Mei lalu. Saat itu dia pamit berangkat sekolah. Seperti biasanya, Sintia berangkat menggunakan kendaraan umum dan hanya membawa bekal uang saku Rp 5.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama menghilang, rupanya nomor HP Sintia tetap aktif. Beberapa kali dihubungi, nomor tersebut aktif dan bahkan tersambung atau diangkat namun tidak ada suaranya. Bahkan meski sudah dikirimi pesan SMS yang menjelaskan agar segera pulang karena orangtuanya sakit, Sintia tetap tidak membalas.
Upaya pencarian di rumah keluarga, kerabat hingga teman-teman Sintia telah dilakukan namun tidak menemukan hasil. Karena keluarga kawatir Sintia menjadi korban cuci otak oleh kelompok tertentu yang sedang marak akhir-akhir ini.
Kapolres Boyolali, AKBP Romin Thaib, mengatakan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan korban. Pihaknya belum berani menduga, Sintia menghilang karena menjadi korban rekruitmen kelompok tertentu.
"Kami akan segera menindaklanjuti laporan orangtua korban," janjinya.
(mbr/gun)











































