"Saya bersyukur bahwa kita telah mencapai semua yang kita rancang selama konferensi dan peringatan (50 tahun GNB), hingga tiba pada suatu visi umum dari NAM untuk 50 tahun ke depan," ujar Menlu Marty Natalegawa saat menutup konferensi di Grand Hyatt Hotel, Nusa Dua, Bali, Jumat (27/5/2011).
Dalam pertemuan 5 hari itu, menlu negara-negara anggota GNB telah melahirkan Deklarasi Komemoratif Bali yang menegaskan komitmen kuat kita atas semangat multilateralisme. Deklarasi tersebut memimpikan penguatan peran dan menambah relevasi GNB pada tahun-tahun mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga menegaskan komitmen kami pada nilai-nilai demoratik, kemajuan dan perlindungan HAM, sejalan dengan aspirasi masyarakat dunia untuk menentukan nasib dengan tangannya sendiri," sambung Marty.
Para menlu yang hadir juga menegaskan solidaritasnya dalam perjuangan rakyat Palestina untuk mendirikan negara berdaulat di atas tanahnya sendiri. Selain itu, mereka juga meminta pembebasan tahanan politik Palestina.
"Kami telah melihat bahwa dunia belajar dari penderitaan mereka. Kontribusi untuk perdamaian bisa dilakukan jika mereka bebas," terang Marty.
KTM ke-16 GNB kali ini dihadiri dihadiri delegasi dari 128 negara yang terdiri atas 95 negara anggota GNB, 13 negara peninjau dan 20 negara tamu. Dua anggota GNB yang baru yakni Fiji dan Azerbaijan juga turut hadir dalam pertemuan ini. Untuk diketahui, saat ini hampir 60 persen anggota PBB adalah anggota GNB.
(vit/gun)











































