Mahfud: Banyak Orang Bersih Tapi Tidak Berani

Mahfud: Banyak Orang Bersih Tapi Tidak Berani

- detikNews
Jumat, 27 Mei 2011 14:00 WIB
Mahfud: Banyak Orang Bersih Tapi Tidak Berani
Jakarta - Korupsi merajalela karena banyak orang bersih yang tidak berani membongkar kebobrokan di instansinya. Sebaliknya, ada juga orang yang berani namun tidak bersih. Keduanya dianggap sebuah sikap yang salah.

Demikian disampaikan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD saat menjawab pertanyaan dari pembaca detikcom dengan akun ini_gw_loh di acara live chatting detikcom. Acara digelar di markas detikcom, Jl Buncit Raya, Jakarta Selatan, Jumat (27/5/2011).

"Mencerahkan sekali statement bapak tentang bersih-berani. Fakta di lapangan justru kebanyakan bersih tidak berani, sehingga cuma jadi pajangan atau berani-tidak bersih yang berkembang menjadi koruptor, teroris dan pengacau lainnya. Bagaimana caranya untuk merubah bersih-tidak berani dan berani-tidak bersih ini menjadi bersih berani?" tanya ini_gw_loh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahfud menjawab pertanyaan tersebut dengan singkat namun lugas. Menurut pria asal Madura ini, memang banyak orang bersih yang tidak berani karena takut dengan risiko-risiko tertentu.

"Pertanyaaan Anda bagus sekali karena sekarang banyak orang bersih yang tidak berani, takut terhadap risiko dari keberaniannya sendiri," jawab Mahfud.

"Sebaliknya ada juga orang yang berani tetapi tidak bersih, orang yang bersih tetapi tidak berani tidak akan pernah berbuat apa-apa, karena takut pada risiko. Sebaliknya orang yang berani tetapi tidak bersih, sangat berbahaya bagi masyarakat karena dia akan selalu mencari keuntungan dan keselamatan bagi dirinya sendiri," jelasnya lagi.

Di akhir jawabannya, Mahfud pun mengingatkan dalam setiap langkah pasti ada risiko yang harus dihadapi. Dia juga memberi saran bagaimana cara menghadapi rasa takut.

"Seorang penyair tuna netra dari Baghdad dengan syair berbahasa Arab mengatakan 'tidak akan pernah mencapai sukses siapa pun yang selalu takut menghadapi risiko, dan tidak akan pernah mendapatkan kedudukan terhormat siapapun yang selalu mendahulukan rasa takutnya. Itu saja saran saya," paparnya.

(mad/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads