"Karena itu menunjukkan aktivitas perekonomian semakin berkembang, jadi kemacetan pasti terjadi," kata Asisten Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang Hendro Baskito usai diskusi 'Warga Jakarta Mendukung Gedung dan Angkutan Umum Bebas Asap Rokok' di Hotel Harris, Tebet, Jaksel, Jumat (27/5/2011).
Dia menjelaskan, kemacetan dimana pun di kota besar dipastikan ada. Hal itu tidak bisa dicegah seiring perekonomian yang meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang paling mungkin dilakukan di kota besar adalah meminimalisir macet. "Bebas macet itu sulit, kalau mengurangi bisa," tuturnya.
Hendro juga menjelaskan, salah satu kebijakan mengurangi kemacetan yakni dengan membatasi truk masuk ke tol dalam kota. Dia berharap para sopir truk tidak antipati sampai melakukan pemogokan.
"Pada prinsipnya membatasi jam operasional truk untuk kepentingan semua pihak, di satu sisi dari waktu ke waktu semakin padat. Oleh karena itu perlu diatur, kalau tidak diatur akan merugikan banyak pihak. Jadi harus melihat kepentingan lebih besar. Masing-masing pihak perlu memahami kebijakan Pemda, bukan untuk menyusahkan tetapi membantu kelancaran aktivitas masyarakat," jelasnya.
(ndr/fay)










































