Gus Solah Enggan Teken Kontrak Politik Dengan ICMI
Jumat, 18 Jun 2004 21:52 WIB
Semarang - Cawapres Partai Golkar Salahuddin Wahid mengaku enggan menandatangani kontrak politik dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Dirinya menilai perjanjian tersebut tidak perlu dilakukan. "Saya ini orang ICMI. Tidak mungkin lah saya lepas begitu saja dengan ICMI. Saya juga tidak akan jauh dari NU, karena saya juga berasal dari NU."Demikian ungkap Gus Solah seusai menghadiri Rakornas ICMI di Hotel Patra Jasa Semarang, Jl. Sisingamangaraja, Jum'at (18/06/2004).Pihak ICMI sendiri, sebelumnya menginginkan agar Gus Solah menandatangani kontrak politik. Ketua Umum ICMI Muslimin Nasution menjelaskan, dirinya menunggu sikap Gus Solah atas keinginan tersebut. "Kalau Gus Solah mengatakan mau menandatangani kontrak tersebut, kami akan sodorkan kepadanya. Kami juga akan bacakan isinya langsung di depan peserta Rakornas," ujarnya.Menurutnya, Gus Solah juga sudah membawa kontrak politik. Namun, pasangan Wiranto itu enggan mengeluarkan terlebih dahulu. "Kami merasa nggak enak kalau harus mengeluarkan kontrak itu dan meminta Gus Solah menandatangani." "Soalnya, sama partai induknya (PKB) saja dia belum melakukan kontrak politik kok. Masak sama kita duluan," kata mantan menteri kehutanan ini.Muslimin mengungkapkan, isi kontrak yang tadinya akan disodorkan adalah komitmen Gus Solah terhadap khittah ICMI antara lain prinsip keislaman dan kecendekiawanan. "Sebagai Ketua ICMI yang jadi cawapres, kami ingin Gus Solah tidak melenceng dari ketiganya," tandasnya.
(ton/)











































