Pengumuman pemecatan Nazaruddin ini disampaikan oleh Sekretaris DK PD Amir Syamsuddin sekitar pukul 21.00 WIB. Pengumuman pemecatan tersebut dilakukan dalam jumpa pers di kantor DPP Demokrat Jl Kramat VII, Jakarta Pusat. Dalam pertimbangannya DK, Nazaruddin diduga terlibat dalam berbagai kasus yang berkaitan dengan anggaran, secara hukum maupun etika.
"Semua informasi dugaan keterlibatan Muhammad Nazaruddin dalam berbagai kasus baik yang berkaitan dengan hukum maupun etika yang pada prinsipnya berhubungan dengan masalah uang atau anggaran terkait erat dengan jabatan sebagai bendahara umum," ujar Sekretaris Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin saat mengumumkan pemecatan Nazaruddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan data perlintasan online kita, yang bersangkutan terbang dengan Garuda Indonesia pada dari Senin 23 Mei pukul 19.37 WIB," ujar Dirjen Imigrasi Bambang Irawan kepada detikcom, Kamis (26/5/2011) malam.
Sebelum bergegas meninggal Indonesia, Nazaruddin juga sempat bertemu dengan petinggi Demokrat. Nazaruddin bertemu Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina PD, Marzuki Alie.
Pertemuan tersebut dilakukan di ruangan Marzuki di DPR. Tidak hanya Marzuki, Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua dan anggota Tim Investigasi PD Sutan Bhatoegana juga ikut dalam pertemuan itu. Namun Marzuki mengaku tidak tahu menahu bila akhirnya Nazaruddin memutuskan untuk ke Singapura.
"Saya nggak nanya dan beliau nggak lapor," tepis Marzuki saat ditanya apakah ia dipamiti Nazaruddin sebelum pergi ke Singapura.
Nazaruddin sendiri mengaku ke Singapura untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Pria yang dikenal sebagai pengusaha ini juga akan pulang ke Indonesia dan bersedia memenuhi panggilan KPK bila diminta.
"Nanti kalau sudah keluar hasil check up nya saya akan pulang," tutur Nazaruddin kepada wartawan.
(her/lia)











































