"Lambangnya persis lambang Garuda Indonesia. Di bawahnya ada 3 angka 9," kata Humas BNN Sumirat Dwiyanto, saat berbincang santai dengan wartawan di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (26/5/2011) malam.
Hal itu terungkap saat pertemuan IDEC (International Drug Enforcement Conference), dua tahun lalu. Namun Sumirat tidak menginggat dari mana batangan menyerupai emas itu didapat polisi narkotika internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Pemberantasan BNN Tomy Sagiman pernah mengungkapkan, dari sekian banyak pengedar Narkoba terdapat satu warga negara Indonesia yang masuk dalam daftar pencarian orang internasional.
Buron narkotika kelas dunia itu bernama Kamir Santoso. Kamir disebut-sebut terkait dalam produksi dan peredaran shabu di Jakarta. BNN mengungkap peredaran tersebut Juli 2010 di di Jl Cipinang Lontar Indah RT 10 RW 06 No B1/2 Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur. Di tempat itu produksi sabu menyaru pabrik konveksi rumahan.
Sumirat menyatakan, pihaknya belum mengendus jejak Kamir dalam peredaran heroin batangan berlogo burung garuda tersebut. "Belum tahu apakah ada kaitan atau tidak," kata Sumirat.
(ahy/her)











































