"Kemungkinan untuk DKI tetap (mogok)," ujar Ketua Umum DPP Organda Eka Sari Lorena Soerbakti, usai rapat di Kantor Kemenko Perekonomian Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2011) malam.
Pada rapat malam ini, Organda merasa belum ada jaminan yang jelas atas permintaan mereka. Selain itu karena rapat berakhir sudah sangat malam, dan kesepakatan mogok sudah lebih dulu direncanakan, Eka mengaku tidak punya waktu untuk menyampaikan kesimpulan rapat ini pada anggota mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eka berharap rapat lanjutan yang akan digelar siang ini akan menghasilkan keputusan yang adil. "Saya rasa besok (hari ini) harus ada keputusan jamnya (jam pengaturan truk), tapi jam berapa rapatnya saya nggak tahu," pungkasnya.
Ancaman mogok ini sebelumnya juga pernah disampaikan Organda pada tanggal 20 Mei lalu. Hanya saja aksi itu batal karena Organda mengklaim sudah mengadakan pertemuan dengan Kementerian Perhubungan yang hasilnya ujicoba itu akan dihentikan. Nyatanya, Ditlantas Polda Metro dan Dishub DKI tetap ujicoba yang rencananya akan dilakukan sampai tanggal 10 Juni akan datang.
Selain DKI Jakarta, belakangan Pemerintah Kota Tanggerang Selatan (Tangsel) juga berencana menerapkan kebijakan pengaturan jam operasional seperti DKI yaitu hanya boleh beroperasi pada pukul 22.00 WIB- 05.00 WIB. Namun karena rapat malam ini juga tidak menemui kesepakatan akhirnya Tangsel kembali melakukan pengaturan seperti sebelumnya yaitu hanya boleh beroperasi pada pukul 06.00-10.00 WIB dilanjutkan 16.00-20.00 WIB.
(lia/her)











































