Angkasa Pura II Bantah Tak Gaji Satpam yang Bunuh Diri

Angkasa Pura II Bantah Tak Gaji Satpam yang Bunuh Diri

- detikNews
Kamis, 26 Mei 2011 18:06 WIB
Tangerang - Arif Faturahman (33) gantung diri dengan seutas kabel karena tidak dibayar gajinya selama 3 bulan sebagai satpam Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang. Pihak PT Angkasa Pura II membantah tidak menggaji satpam mereka.

Deputy Senior Manager PT Angkasa Pura II, Mulya Abdi membantah jika ada satpam Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng yang tidak digaji selama tiga bulan.

"Tidak mungkin. Saya kira kita tidak pernah menelantarkan seluruh pegawai di sini. Apalagi sampai tidak digaji, bisa semua demo kalau memang itu terjadi," ujar Mulya Abdi, saat dihubungi Kamis (26/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulya akan segera memastikan apakah benar Arif adalah satpam di Bandara Soekarno-Hatta. "Saya akan cari tahu dulu ke komandan satpamnya. Apakah benar yang bersangkutan petugas satpam di sini," jelas dia.

Menurut Mulya, satpam di Bandara Soekarno-Hatta bisa merupakan karyawan atau tenaga outsourcing. Meski demikian, Mulya menegaskan setiap satpam di bawah PT AP II dijamin gajinya.

"Tetapi saya yakin sekali lagi, semisalnya dia karyawan outsourcing maupun karyawan PT Angkasa Pura II, tidak akan ada gaji yang tidak dibayar. Kami selalu membayar," terang Mulya.

Seperti diketahui sebelumnya, Arif gantung diri di rumahnya di daerah Tebet. Arif tinggal di Gang Remaja III, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Saat itu, istrinya, Sri Mulatsi (30) sedang mengantar anaknya sekolah. Istrinya terkejut dia saat melihat suaminya sudah tak bernyawa dengan kondisi tergantung di ruang tamu dengan menggunakan kabel.

"Dari keterangan yang didapat istrinya, korban sudah 3 bulan belakangan tidak mendapat gaji dari perusahaan tempatnya bekerja," jelas Kapolsek Tebet Kompol Udik Tanang saat dihubungi wartawan, Kamis (26/5).

(fay/fay)


Berita Terkait