"Tidak (bahas Nunun). Akan saya sampaikan sekali lagi, kami tidak bicara masalah-masalah yang khusus merujuk pada kasus tertentu. Tidak mungkin saya menyampaikan itu pada kerjasama ini karena ini kan masalah yang sifatnya operasional," ujar Marty usai bertemu Shunmugan di sela-sela konferensi tingkat menteri (KTM) ke-16 Gerakan Non-Blok (GNB) di Grand Hyatt Hotel, Nusa Dua, Bali, Kamis (26/5/2011).
Terkait ekstradisi, Marty menjelaskan isu tersebut telah menjadi perhatian terus menerus kedua negara. Singapura pun sudah mengetahui posisi Indonesia terkait masalah ekstradisi ataupun mutual legal assistance.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan dengan Shunmugan ini sekaligus juga perkenalan karena Shunmugan merupakan Menlu baru Singapura. Dalam kesempatan itu Shunmugan menyampaikan rencana kunjungan resminya ke Jakarta.
Ada 3 hal yang menjadi fokus pembicaraan Marty dan Shunmugan, yakni soal peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Keduanya selama ini memiliki mekanisme pertemuan tingkat menteri luar negeri yang digelar setiap 6 bulan sekali untuk mengkaji seberapa jauh kemajuan yang dicapai dalam hubungan bilateral kedua negara.
"Kita berketetapan untuk melanjutkan kebiasan seperti itu dan untuk mengkaji perkembangan hubungan kedua negara," sambung Marty.
Selain itu dibahas pula masalah ASEAN, di mana Singapura menyampaikan dukungannya terhadap upaya-upaya Indonesia selaku Ketua ASEAN untuk lebih baik lagi. Sebaliknya, Indonesia pun menyampaikan harapan kepada Menlu Singapura yang baru agar turut berperan dalam pencapaian kemajuan prioritas ASEAN, kemajuan kawasan dan kerjasama ASEAN dalam rangka global.
"Juga kita bahas masalah global lainnya seperti piracy di Somalia dan sempat juga menyinggung keanggotaan Timor Leste dan masalah Myanmar," imbuhnya.
(vit/rdf)











































