"SBY mangkir dari amanat reformasi. Mangkir dari amanat peningkatkan kesejahteraan, mangkir memberantas korupsi. Merajalelanya korupsi yang direkayasa," kata Din usai diskusi publik bertema "Kebangkitan atau kebangkrutan nasional" di Gedung PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2011).
Menurut Din, masih banyak korupsi di lingkungan pemerintah yang dibiarkan. Din mencontohkan seperti korupsi di Kemenag, Kemenhub, dan Kemenpora.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Din menilai ada sebuah perbedaan paradigma mengapa pemegang amanat bisa mangkir dari amanat reformasi. Perbedaan paradigma ini diikuti oleh filosofi ketakaburan karena merasa sudah mendapatkan legitimasi kuat dari rakyat.
"Mendapatkan keterpilihan positif dari suara rakyat, yang menjadikan pemerintah itu mabuk kepayang. Seolah kasus korupsi yang ada tidak ada masalah," nilainya.
Din menganggap setiap masalah selalu diselesaikan dengan opini dan citra. "Sehingga masalah selalu menumpuk dan tidak terselesaikan," tutupnya.
(gus/fay)











































