"Juru bicara tak ada pergantian. Tapi sebenarnya juru bicara itu yang resmi itu bagian komunikasi," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokat Syarif Hasan.
Hal tersebut disampaikan sebelum mengikuti rapat di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (26/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya apa alasan pergantian posisi Jubir ini karena Ruhut sering berkomentar pedas, Syarif mengelak. Menurut dia, tak ada kaitannya 'keributan' yang terjadi akhir-akhir ini antara Ruhut dan Ketua MK Mahfud MD dengan posisi Jubir.
"Tidak ada hubungan. Prinsipnya semua kader itu bisa menjadi juru bicara. Konsep dasarnya begitu. Semua kader itu bisa bicara," imbuhnya.
Sebelumnya, Ruhut selalu mengklaim dirinya sebagai jubir partai Demokrat. Berbagai komentarnya sempat menjadi kontroversi, termasuk tentang usulan mengamandemen UUD 45 tentang masa jabatan presiden. Terakhir, Ruhut juga beradu mulut tentang kasus M Nazaruddin bersama ketua MK Mahfud MD.
Di situs resmi Partai Demokrat, Ruhut tercatat sebagai Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika. Sementara Andi Nurpati sebagai Ketua Divisi Komunikasi Publik. Di situs itu tidak tertera istilah 'juru bicara'.
(mad/rdf)











































