Asiah lalu dibawa masuk ke rumahnya di Kompleks Kavling DKI Jl Purwa I, Blok P No 3, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2011).
Jenazah Sonhadji lalu langsung dibawa menuju mesjid kompleks, tidak ke rumah karena kondisinya yang sudah cukup lama. Puluhan warga ikut menyalatkan pria yang hilang sejak Kamis (19/5) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa hilangnya Sonhadji berawal saat mengadakan pertemuan bisnis dengan Erwin di Tebet, Jaksel, pada Kamis (19/5). "Pertemuan itu digelar di Dunkin Donuts Tebet," kata anak ketiga Sonhadji, Evi Krisna.
Saat itu itu Erwin memarkir mobilnya di TIS Square dan berjalan kaki menuju Dunkin Donuts Tebet. Erwin ditemani seorang pria yang disebut sebagai pengawalnya. Usai bertemu dengan Erwin, Sonhadji bertemu dengan Johan, rekannya yang lain, di tempat yang sama.
"Tanpa sengaja ada rekan Papa, Johan, ada di Dunkin. Jadi sempat ngobrol-ngobrol," katanya.
Setelah ngobrol-ngobrol, Sonhadji memberi tumpangan Erwin dan pengawalnya untuk menuju mobilnya yang ada di TIS Square. Namun sejak itulah Sonhadji menghilang.
Selasa (24/5) kemarin, keluarga mendapat kabar jika mobil Honda CRV warna merah milik Sonhadji ditemukan di Cileungsi, Bogor. Menurut saksi, mobil tersebut ditinggalkan oleh dua pria berbadan tinggi besar.
Sementara jenazah Sonhadji ternyata ditemukan warga Jumat (20/5) lalu di Purwakarta. Jenazah ini dipastikan sebagai Sonhadji pada Rabu (25/5) kemarin, dan jenazah dibawa ke Jakarta.
(nik/fay)











































