Rp 165 M Lebih Dana APBN & APBD untuk Cegah Kebakaran Hutan

Rp 165 M Lebih Dana APBN & APBD untuk Cegah Kebakaran Hutan

- detikNews
Kamis, 26 Mei 2011 15:31 WIB
Rp 165 M Lebih Dana APBN & APBD untuk Cegah Kebakaran Hutan
Jakarta - Pemerintah masih terus berupaya menanggulangi kebakaran hutan yang sering terjadi di Indonesia. Pemerintah harus mengeluarkan kocek Rp 165 miliar lebih untuk menanggulangi kebakaran hutan tersebut.

"Tadi sudah dibahas. Dari Kemenhut (Kementerian Kehutanan) sebesar Rp 165 miliar. Totalnya berapa belum tahu. Dari (yang lain lainnya) kami belum tahu," ujar Menko Kesra Agung Laksono.

Hal itu ia sampaikan usai rakor mengenai kesiapan daerah dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan dengan sejumlah menteri terkait di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung mengaku dana penanggulangan kebakaran hutan tersebut diambil dari dana APBN dan APBD. Meskipun sudah ada tawaran dari pihak asing untuk meminjamkan dana dalam penanggulangan ini, namun pemerintah menghindarinya.

"Tapi sebaiknya kami menghindari bantuan dan lebih menggunakan tenaga sendiri," jelasnya.

Dalam penanggulangan tersebut, lanjut Agung, pemerintah akan berupaya mengadakan alat ekskavator. "Sehingga masyarakat dapat memindahkan kayu-kayu agar tidak dibakar," ungkapnya.

Agung mengatakan, puncak kebakaran hutan terjadi pada bulan Agustus-Oktober. Meskipun selama 4 tahun terakhir titik api sudah menurun drastis. Pada bulan Mei 2011, jumlah titik api di Indonesia malah lebih kecil dari jumlah titik api di Semenanjung Malaysia.

"4 Tahun terakhir menurun drastis sehingga tidak ada keluhan dari negara tetangga," jelasnya.

Jumlah titik api di seluruh Indonesia berdasarkan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yakni:
2006 : 146.264 titik
2007 : 37.909 titik
2008 : 30.616 titik
2009 : 29.463 titik
2010 : 9.898 titik
2011 : 1.585 titik

Agung menjelaskan dari BMKG, arah angin saat ini menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura. Sehingga fokus pemerintah saat ini kepada 6 provinsi yaitu Jambi, Riau, Kalbar, Kalteng, Sumut, dan Sumsel.

Selain itu, pemerintah berupaya melakukan pencegahan dengan melakukan sosialisasi kepada petani.

"Karena 20 persen kebakaran yang terjadi berada di kawasan hutan," tandasnya.

Sosialisasi juga dilakukan terhadap lahan gambut agar tetap berair. Gambut sendiri sangat peka terhadap panas. Dalam sosialisasi ini, Pemda dan Kabupaten yang paling utama dalam proses penguatan peralatan dan SDM.

"Sedangkan Pemprov memback-up itu. Sepenuhnya didukung pemerintah pusat," ungkapnya.

(gus/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini