"Dari etika politik sudah tidak ada. Dia punya KTA (Kartu Tanda Anggota-red) di Solo, dia kemudian maju Muswil di Papua, mengklaim menang di sana, itu kan aneh. Dia juga anggota yang terhitung masih baru," ujar politisi muda yang akrab disapa, Romi ini.
Hal ini disampaikan Romi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/5/2011). Romi
menanggapi keinginan keras Muchdi Pr untuk mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PPP.
Romi yang juga pendukung Suryadharma ini menuturkan, Muchdi terlalu ingin menjadi Ketua Umum PPP. Muchdi dinilai melupakan AD/ART partai yang tidak memungkinkannya maju dalam pencalonan ketua umum di Mukatamar VII PPP Juli mendatang.
"Kalau dalam AD/ART sebenarnya kan tidak memungkinkan. Tapi ini bukannya pengen tapi sangat pengen," tuturnya.
Seperti diberitakan, meski kepengurusan DPW PPP Papua yang dipimpinnya tidak diakui, Muchdi menyatakan tetap akan maju dalam pencalonan ketua umum PPP. Muchdi mengaku ingin membesarkan PPP.
"Saya tetap maju (Ketum PPP). Saya hanya ingin membesarkan PPP," ujar Muchdi, yang namanya mencuat dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir ini.
(van/lrn)











































