Massa yang meruwat gedung KPK tersebut tergabung dalam Gerakan Rakyat Bantul Berantas Korupsi (Gebrak). Berkekuatan sekitar 30 orang mereka mengaku datang langsung ke Jakarta menggunakan bus.
Mereka tiba di kantor KPK sekitar pukul 11.15 WIB, Kamis (26/5/2011). Yang menarik, semua anggota Gebrak mengenakan pakaian khas Jawa lengkap dengan blangkon di kepala. Massa Gebrak lantas menggelar prosesi ruwatan sederhana dengan membakar dupa di depan pintu masuk KPK. Di samping dupa-dupa tersebut terdapat dua gunungan nasi kuning, lengkap dengan uba rampe-nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pun yang dilaporkan oleh massa Gebrak adalah adanya dugaan korupsi di wilayah Bantul seperti proyek alih kelola Radio Sangga Buwana Citra, dana asistensi dan konsultasi ke pemerintah pusat, dan tukar guling tanah kas Desa Bangunharjo Sewon. Gebrak menuding mantan Bupati Idham Samawi turut terlibat dalam dugaan korupsi ini.
Aksi ruwatan ini sendiri berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kemacetan. Massa gebrak juga membersihkan sisa-sisa arang yang berserakan di depan pintu KPK.
(fjp/rdf)











































