"Bali sangat rentan bencana alam seperti gempa dan tsunami. Bali juga rentan aksi teror," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika di kantornya, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Kamis (26/5/2011).
Dengan potensi bencana yang besar, Pastika mengatakan, Bali memerlukan manajemen penanganan akibat bencana yang matang. Untuk mempersiapkan segala sumber daya mengantisipasi bencana, Pemerintah Provinsi Bali akan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pastika pun berkunjung ke beberapa negara bagian Australia. Ia melakukan kunjungan ke beberapa daerah, seperti Darwin, Canberra, Queensland, dan New South Wales untuk mempelajari manajemen penanggulangan bencana di Negeri Kangguru.
Β
Pastika mencontohkan, Darwin memiliki tiga komponen yang siap siaga menangani bencana alam dan teror, yaitu polisi, rumah sakit dan pemadam kebakaran. "Rumah sakit di Darwin, siap menerima korban bencana yang tidak tertangani di Bali," kata Pastika.
Sedangkan, dua negara bagian New South Wales dan Queensland memiliki pasukan yang siap beroperasi membantu menanggulangi bencana di luar negaranya. Mereka pernah membantu korban bencana di Aceh, Padang, Haiti, dan Jepang.
"Mereka siap jika dibutuhkan. Jika kita memerlukan, kita telah memiliki hubungan baik," ujar Pastika.
(gds/fay)











































