"Dari saku bajunya ditemukan slip penarikan ATM Bank CIMB atas nama Sonhadji," kata Kapolres Purwakarta AKBP Bachtiar Ujung saat dihubungi detikcom, Kamis (26/5/2011).
Ia mengatakan mayat tersebut ditemukan pada Sabtu (22/5) lalu. Kondisi korban sudah mengenaskan dengan kepala bengkak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Luka akibat benda tumpul," katanya.
Karena korban tersebut tidak beridentitas, petugas kemudian menguburkan jenazah tersebut di lereng perbukitan di Purwakarta. Polres Purwakarta yang kemudian mendapatkan informasi terkait hilangnya Sonhadji melalui media, kemudian melakukan koordinasi dengan Polsek Jagakrsa atas penemuan petunjuk berupa struk penarikan ATM itu.
"Penyidik mendalami petunjuk dan mendapat informasi jika korban mengalami pencurian dengan kekerasan," ujarnya.
Petugas Polsek Jagakarsa yang berkoordinasi dengan Polres Purwakarta kemudian mendatangi lokasi. Petugas Polsek Jagakarsa lalu meyakini jika korban adalah Sonhadji setelah melihat ciri-ciri penemuan barang bukti berupa ikat pinggang dan baju mayat tersebut.
Sonhadji menghilang sejak Kamis (19/5) lalu setelah berpamitan kepada keluarga untuk bertemu dengan rekan bisnisnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun, belakangan diketahui, pengusaha tersebut melakukan pertemuan dengan rekan bisnisnya bernama Erwin di Dunkin Donut Tebet, Jakarta Selatan. Saat itu, Erwin bersama dua rekannya.
Saat itu itu Erwin memarkir mobilnya di TIS Square dan berjalan kaki menuju Dunkin Donuts Tebet. Erwin ditemani seorang pria yang disebut sebagai pengawalnya. Usai bertemu dengan Erwin, Sonhadji bertemu dengan Johan, rekannya yang lain, di tempat yang sama.
"Tanpa sengaja ada rekan Papa, Johan, ada di Dunkin. Jadi sempat ngobrol-ngobrol," katanya.
Setelah ngobrol-ngobrol, Sonhadji memberi tumpangan Erwin dan pengawalnya untuk menuju mobilnya yang ada di TIS Square. Namun sejak itu lah Sonhadji menghilang.
Selasa (24/5) kemarin, keluarga mendapat kabar mobil Honda CRV warna merah milik Sonhadji ditemukan di Cileungsi, Bogor. Menurut saksi, mobil tersebut ditinggalkan oleh dua pria berbadan tinggi besar.
(mei/anw)











































