Anggota Komisi B DPRD Sumut Tengku Dirkhansyah Abu Subhan Ali menyatakan, informasi tentang kasus-kasus pembajakan truk tersebut saat ini menjadi perhatiannya. "Kita minta agar Kepolisian Daerah Sumatera Utara menuntaskan masalah ini," kata Dirkhansyah kepada wartawan di Medan, Rabu (25/5/2011).
Disebutkan Dirkhansyah, aspek keamanan merupakan alasan pokok keberlangsungan investasi ekonomi di suatu daerah. Ketika keamanan sudah tidak terjamin, maka efeknya bisa merebak kemana-mana. Tanpa keamanan, maka investor yang diharapkan hadir, justru tidak akan datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan, kalangan supir truk maupun pengusaha di Medan belakangan resah dengan kasus pembajakan truk yang terjadi di kawasan Belawan. Dalam kasus terakhir, Kamis (12/5/2011), truk BK 9115 BE yang dikemudikan Ropature Situmorang, dibajak saat melintas di jalan tol. Ketika itu truk membawa satu tanki berisi sekitar 31 ton Crude Palm Oil (CPO) yang diperkirakan senilai Rp 310 juta.
Kejadiannya berlangsung sekitar pukul 00.30 WIB. Enam pria yang mengendarai satu unit mobil dan membawa senjata api, melakukan pembajakan saat truk melintas di simpang Kawasan Industri Medan (KIM) 2 Mabar. Turut dibawa para pembajak, uang tunai Rp 1,9 juta dan surat berharga lainnya. Kasusnya kemudian dilaporkan ke polisi, namun pelaku masih belum tertangkap.
Pembajakan truk juga pernah dialami truk pengangkut beras asal Aceh milik PT BES. Akibatnya, supir truk menjadi cemas saat memasuki kawasan Pelabuhan Belawan, terutama pada malam hari menjelang pagi. Pembajakan mobil tanki CPO dan truk yang terjadi di kawasan Mabar ini diduga dilakukan kawanan penjahat yang telah terorganisir.
(rul/anw)










































