"Stop saja kalau memang pertimbangannya tidak memungkinkan. Saya lega kalau ini distop sampai sementara waktu," ujar Priyo kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2011).
Rencana pembangunan gedung baru DPR, lanjut Priyo, selalu menjadi bahan polemik. "Saya lega karena berhari-hari kami dibebani dengan pemberitaan seputar gedung baru. Ke mana-mana kami disoroti miring soal itu, padahal gedungnya tegak lurus," canda politisi senior Golkar ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permasalahan berapa lantai, desain dan sebagainya itu sebenarnya dibuat oleh tim teknis. Kita tidak tahu apa-apa. Tapi berita miringnya malah kena ke kita (anggota DPR)," ujarnya.
Terkait dengan rencana adanya penambahan jumlah staf ahli anggota DPR dari dua menjadi lima orang, Priyo tidak setuju. Menurutnya jumlah staf ahli anggota DPR yang sekarang sudah cukup (dua staf ahli dan satu sekretaris).
"Jangan dibandingkan dengan menteri yang staf ahlinya mungkin 15-an. Jangan juga mengeluh, terima apa adanya. Jumlah itu sudah cukup, jangan sampai patah semangat. DPR perlu menunjukkan kinerja yang baik," tutup Priyo.
(feb/nrl)











































