"Mental untuk hanya merekrut orang yang populer atau yang punya duit atau pengusaha dan artis harus berhenti," ujar pengamat politik LIPI, Siti Zuhro, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/5/2011).
Menurutnya, sudah saatnya partai politik saat ini untuk berkonsentrasi menjadi partai kader. Meskipun ia mengakui bahwa menjadi partai kader sangatlah sulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun tak kaget mendengar Nazarudin menyumbang Partai Demokrat hingga Rp 13 M seperti yang diungkap Amir Syamsudin. Menurut Wiwik, itu karena biaya untuk berpolitik di negeri ini sangat mahal.
"Memang banyak aturan keuangan yang dilanggar partai-partai. Sumbangan anggota partai amat sangat tidak cukup. Demokrasi kita yang seperti ini sangat mahal, terutama saat kampanye," katanya.
(adi/rdf)











































