"Yang saya prihatin itu hitungan teknis kok berubah-ubah. DPR tidak pernah hitung bagaimana teknisnya, yang menghitung kan perencanaan ada PU, ada Sekjen, ada konsultannya. Mereka hitung 27 lantai kemudian naik jadi 33 lantai, naik lagi 35, alasannya apa sekarang jadi 26 lantai? Kan aneh," ujar Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR, Marzuki Alie, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2011).
Karena itu pimpinan DPR akan memanggil Kementerian PU untuk dimintai penjelasan. DPR tak mau dipermainkan dalam proyek yang sudah menjatuhkan citra DPR ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marzuki pun mengungkapkan bahwa DPR hanya menyusun rencana awal pembangunan gedung baru DPR hingga modelnya. Namun menyangkut anggaran dan perencanaan lanjutan adalah tanggung jawab tim Kementerian PU.
"Jangan bicara desain itu sudah melalui workshop, itu DPR yang menentukan. Itu DPR lalu yang tentukan desain, tapi besarnya, luasnya itu tim teknis. Itu memang DPR yang menentukan kemudian tim teknis tetapkan berapa lantai, berapa harganya, yang hitung bukan dewan," tuturnya.
(van/rdf)











































