Jenderal Purn Soeyono:
Saya Bukan Orang SBY
Jumat, 18 Jun 2004 17:44 WIB
Jakarta - Mantan Kasum TNI Jenderal (purn) Soeyono dibuat sibuk dengan dibukanya kembali kasus 27 Juli. Dia menggelar jumpa pers dan menyatakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak terlibat langsung kasus itu. Adakah SBY yang memintanya? Soeyono membantah.Bantahan disampaikan Soeyono dalam jumpa pers di kediamannya, Jl. Diponegoro 54, Jakarta, Jumat (18/6/2004). Dalam jumpa pers itu, Soeyono menyatakan, SBY memang terkait dengan kasus 27 Juli. Tapi mantan Kasdam Jaya itu tidak terlibat langsung dalam kasus yang melambungkan nama Megawati itu. Soeyono menjelaskan, keterkaitan SBY yang saat itu menjabat Kasdam Jaya disebabkan dua hal. Pertama karena keterkaitan dalam struktur tugas organisasi. Kedua, karena kehadiranya di jalan Surabaya dan adanya rapat-rapat yang dipimpinnya. "Saya yang pernah bertugas di TNI ingin mengklarifikasi bahwa Kasdam tidak punya wewenang apalagi tanggung jawab atas keputusan Panglima Kodam. Dia hanya memberi saran. Diminta atau tidak," kata Suyono. Kenapa Soeyono tiba-tiba menggelar jumpa pers untuk menjelaskan posisi SBY? Soeyono membantah menggelar jumpa pers itu karena diminta SBY. Jumpa pers, katanya sengaja digelar, karena setiap menjelang Juli, mantan Kasum itu selalu diburu-buru wartawan. "Kalau menjelang bulan Juli terutama mendekati 27 Juli saya pasti dihubungi teman-teman wartawan. Daripada capai-capai melayani satu-satu lebih baik saya menggelar jumpa pers. Saya bukan orang SBY," tandasnya. WirantoSoeyono mengaku tak tahu kemungkinan adanya skenario kalangan militer untuk mencuatkan kembali kasus 27 Juli menjelang Pemilu Presiden. "Saya tak tahu ada yang beitu-begitu. Tapi hal-hal kecil dalam politik bisa dimanfaatkan orang lain dan saya tak tahu ada orang militer seperti itu termasuk eks militer," katanya. Apakah kelompok Wiranto yang mencuatkan kembali kasus 27 Juli? "Wah saya tak tahu. Saya tak mau menjelek-jelekkan orang. Biarlah nanti itu bisa terungkap dan terbukti di pengadilan," kata Soeyono.Tudingan Wiranto berada di balik pengungkapan kembali kasus 27 Juli disampaikan pengamat militer Ikrar Nusa Bahkti beberapa waktu lalu. Ikrar mengalisa kelompok pendukung Wiranto di kalangan militer lah yang sengaja mengungkit kembali kasus itu karena tak terima hanya Wiranto yang "dikuyo-kuyo". SutiyosoMenurut Soeyono, Sutiyoso sebagai Pangdam Jaya lah yang harus bertanggung jawab dalam kasus 27 Juli. Namun, katanya, Sutiyoso juga hanya menjalankan tugas. "Tugasnya wajar yaitu menyelesaikan apa yang diperintahkan oleh atasan. Soal siapa yang mengeluarkan perintah penyerbuan biar nanti terungkap di pengadilan siapa Mr X-nya," katanya. Soeyono mengaku gembira terhadap pernyataan Sutiyoso yang siap mempertanggungjawabkan kasus 27 Juli. "Itulah yang saya tunggu sejak dulu," tandasnya.
(iy/)











































