Bantah Cemari Sungai, Chevron Rutin Rawat Jaringan Pipa

Bantah Cemari Sungai, Chevron Rutin Rawat Jaringan Pipa

- detikNews
Rabu, 25 Mei 2011 13:45 WIB
Pekanbaru - Menajemen PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Riau membantah tudingan Walhi bahwa mereka tidak memiliki komitmen terhadap lingkungan hidup dan masyarakat di wilayah operasinya. Perusahaan tambang minyak asal AS ini mengklaim telah menginvestasikan US$ 270 juta untuk pengelolaan lingkungan hidup.

“Kami menghargai perhatian dan komitmen Walhi dalam hal ini (lingkungan-red). Kami punya komitmen sama dalam melindungi warga dan lingkungan serta beroperasi sesuai peraturan dan UU yang berlaku, mengikuti standar etika yang tertinggi dan mengacu pada standar global dalam industri migas,” kata Manajer Komunikasi PT Chevron, Hanafi Kadir, kepada detikcom, Rabu (25/5/2011) di Pekanbaru.

Sebagai wujud komitmen pihak perusahaan dalam 10 tahun terakhir, telah melakukan upaya-upaya terkait manajemen lingkungan. Terutama untuk meminimalisasi emisi udara maupun pengelolaan air terproduksi (water discharged). PT Chevron sudah menginvestasikan sekitar US$ 270 juta mendukung pengelolaan lingkungan tersebut.

“Hasilnya, hingga saat ini kami mampu mengurangi emisi udara sampai 70 persen. Selain itu, saat ini kami sedang menjalankan sebuah proyek untuk menciptakan sistem nihil air terpoduksi (zero water discharged) di wilayah operasi kami,” kata Hanafi.

Sedangkan untuk perawatan pipa distribusi minyak, CPI rutin memantau jaringan pipa dalam wilayah operasinya. Mulai ketebalan pipa menggunakan x-ray, membersihkan bagian dalam pipa melalui mekanisme yang disebut pigging.

Prosedur itu bertujuan meminimalisasi kebocoran pipa. Kejadian di Menggala Junction lebih diakibatkan adanya tekanan dari eksternal karena dilintasi kendaraan-kendaraan umum yang bermuatan berat.

“Bekerjasama dengan aparat pemerintah setempat, kami juga terus melakukan penertiban bangunan liar di sekitar fasilitas perusahaan seperti jaringan pipa dan jaringan listrik dengan tujuan menjaga keselamatan masyarakat dari risiko yang bisa saja muncul. Penertiban tersebut sekaligus bentuk komitmen perusahaan terhadap keselamatan aset negara yang dipercayakan pengelolaannya kepada perusahaan,” kata Hanafi.
 
Terkait sumber energi baru terbarukan, kata Hanafi, PT Chevron merupakan penghasil energi panas bumi terbesar di dunia. Salah satu daerah operasinya berlokasi di Darajat, Jawa Barat, yang mendapatkan peringkat Gold dalam penilaian PROPER 2010. Di Indonesia, hanya dua perusahaan yang mendapatkan peringkat Gold tersebut.

“Kami percaya bahwa keunggulan kinerja di bidang keselamatan, kesehatan, dan lindungan lingkungan tidak hanya membuktikan komitmen sosial yang tinggi, tapi juga membuat operasi perusahaan menjadi lebih andal dan efisien,” tutup Hanafi.

(cha/lh)


Berita Terkait