"Sejak awal, seluruh negara GNB berharap pertumpahan darah di Libya dihentikan," kata Ketua GNB Nabil Al-Araby dalam jumpa pers di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri GNB di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Rabu (25/5/2011).
Nabil yang juga Menteri Luar Negeri Mesir mengajak Libya mengikuti negaranya yang dapat menyelesaikan konflik dengan cara damai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa juga berharap Libya mampu menyelesaikan konflik secara damai. "Indonesia sama seperti Mesir sangat menekankan solusi yang damai," katanya.
Ia berharap pemerintah Libya bisa meningkatkan dialog dan negosiasi untuk melakukan transisi yang damai.
"Gencatan senjata dan ruang politik dapat diciptakan sehingga kita bisa memberikan bantuan kemanusiaan untuk memberikan solusi atas kesulitan masyarakat Libya," kata Marty.
(gds/rdf)











































