Nasir tiba di lantai 3, Gedung Nusantara 1, DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2011), pukul 12.00 WIB. Nasir sebenarnya sudah terlambat datang ke rapat paripurna yang bertempat di lantai itu. Rapat paripurna dengan agenda pembahasan RAPBN 2012 ini sudah dimulai sejak pukul 10.00 WIB.
Saat tiba, Nasir langsung menandatangi daftar hadir Fraksi Demokrat. Sejumlah wartawan mendekati Nasir. Begitu banyaknya pertanyaan yang dilontarkan wartawan, hanya satu yang ia jawab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wartawan tak puas dengan jawaban Nasir. Wartawan menanyakan hubungan Nasir dengan Nazaruddin yang sekilas wajah keduanya memang mirip.
Mendengar itu, Nasir menolak menjawabnya. Penolakan itu ia isyaratkan dengan menyatukan kedua tangannya di dada. Wartawan masih terus mencecarnya dengan sejumlah pertanyaan.
Tiba-tiba, gerak kaki Nasir yang tadinya mengarah ke ruang paripurna kini berbalik. Nasir melangkah menuju eskalator turun ke lantai dua.
"Lho Pak kok turun? Nggak jadi ikut rapat? Kan sudah tanda tangan?" tanya wartawan.
Lagi-lagi, Nasir enggan menjawabnya. Kaki Nasir terus melangkah menuju eskalator. Saat di lantai dua, Nasir langsung berjalan menuju ruangan Fraksi Demokrat.
Akhir pekan lalu Nazaruddin dimutasi dari anggota DPR Komisi III ke Komisi VII agar KPK, sebagai mitra kerja Komisi III, tidak sungkan memprosesnya. Pengganti Nazar di Komisi III adalah M Nasir.
Pada 23 Mei, Nasir yang membangun karier lewat berbisnis seperti Nazar, mengakui memiliki hubungan kekerabatan dengan Nazar. "Saya sepupunya, dari garis nenek," kata Nasir yang ditemui di sela rapat kerja Komisi III DPR dengan KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2011).
(gus/nrl)











































