"Jadi saya nyatakan bahwa segala putusan terhadap diri saya tidak jauh dari pengaruh negara kafir," tegas Ba'asyir di hadapan Majelis Hakim.
Ba'asyir menganggap bahwa negara kafir tersebut adalah Amerika dan Australia. "Saya yakin segala fitnah baik soal Bom Bali dan sebagainya, ini merupakan bentuk rekayasa dari negara-negara kafir, Amerika dan Australia," jelas Ba'asyir yang disambut dengan gema takbir dari pada pendukungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak pernah bertemu dengan Dulmatin dan saya tidak kenal. saya hanya melihat dia lewat koran, jadi pertemuan rahasia itu tidak ada, setiap saya melakukan pertemuan, pasti ada istri dan anggota JAT," papar Ba'asyir.
Sidang berakhir sekita pukul 11.00 WIB dan Ba'asyir langsung meninggalkan pengadilan dengan pengawalan ketat.
(gah/gah)











































