"KTM ini menjadi spesial karena bertepatan dengan peringatan ke-50 GNB. Selain itu, ini juga untuk persiapan pertemuan tingkat tinggi GNB tahun depan di Iran," ujar Menlu Marty Natalegawa dalam pembukaan KTM ke-16 GNB di Grand Hyatt Hotel, Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2011).
Marty menjelaskan, dalam KTM ke-16 GNB, hadir 128 negara di mana 95 negara merupakan negara anggota GNB, 13 negara tamu dan 20 negara pengamat. Tingginya kehadiran negara-negara, mencerminkan masih relevannya GNB di tengah-tengah masyarakat internasional. Hal ini juga menunjukkan kuatnya hubungan antara negara-negara anggota.
Â
Kehadiran negara-negara peninjau, tamu dan organisasi internasional, merefleksikan bahwa GNB siap untuk bekerjasama dengan mitranya dalam menjawab berbagai isu global melalui kerangka multilateral.
"Saya percaya bahwa semangat partnership dan solidaritas menjadi karakter gerakan ini sejak dibentuk. Saya percaya pada dukungan Anda yang sangat berharga dalam pelaksanaan mandat GNB yang penting ini," imbuh Marty.
Dia memaparkan, saat terbentuk pada 1961, GNB terlihat jauh dari upaya penegakan perdamaian seperti yang banyak dilakukan belakangan ini. Dulu, para pendiri GNB yang mewakili sejumlah bangsa berasal dari negara-negara yang baru merdeka. Negara yang sekian lama menderita akibat penjajahan. Karena itu negara-negara kala itu terbebani dengan ketidakmapanan pembangunan dan kekurangan sumber daya.
Namun pada abad 21 ini, dunia telah mengalami sejumlah perubahan. Karena itulah, tantangan GNB juga semakin kompleks, beraneka ragam dan bersifat transnasional. Marty berharap dalam 50 tahun mendatang, gerakan ini akan semakin memberi kontribusi pada dunia yang lebih baik, perdamaian dan kesejahteraan.
Marty menambahkan, dalam KTM ke-16 GNB ini pandangan-pandangan para Menteri GNB akan dituangkan dalam 5 dokumen yang akan disahkan pada akhir pertemuan. Kelima dokumen tersebut adalah Dokumen Akhir, Dokumen Peringatan 50 Tahun GNB, dua deklarasi mengenai Palestina yakni Palestina secara umum dan tentang tahanan politik Palestina, serta mengenai pengurangan senjata nuklir secara total.
(vta/nwk)











































