"Kita mau ke sana (Polsek Cileungsi) untuk mengecek sidik jari yang ada di mobil itu," ujar Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa Iptu Rusdi Dalby saat dihubungi detikcom, Rabu (25/5/2011).
Menurut Dalby, pihaknya masih terus menyelidiki kasus ini. Polisi terus menelusuri apa motif hilangnya Sonhadji, apakah terkait dengan persaingan usaha, balas dendam atau lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalby mengatakan, sejumlah saksi sudah diperiksa termasuk istri Sonhadji dan orang terakhir yang ketemu dengan Sonhadji.
"Ya sudah beberapa saksi yang diperiksa. Ada istrinya dan orang yang terakhir itu," ungkapnya.
Sonhadji terakhir diketahui sedang melakukan pertemuan bisnis dengan pria bernama Erwin di Dunkin Donuts Tebet pada Kamis (19/5) pukul 10.00-11.30 WIB. Berdasar penuturan Erwin kepada keluarga, di tengah-tengah obrolan ada dua pria yang menepuk bahu Sonhadji.
Orang yang menepuk itu bilang, 'Pak apa kabar?'. Sonhadji langsung pindah meja meninggalkan Erwin. Erwin sempat melihat Sonhadji mengeluarkan uang dari saku celana. Karena ditinggal ngobrol begitu saja, Erwin lantas berpamitan dengan Sonhadji. Erwin melihat Sonhadji tampak linglung.
Sejak saat itu, Sonhadji tidak kembali ke rumah. Ponselnya tidak aktif saat keluarga mencoba menghubunginya. Sempat terpikir dia mengurus bisnisnya di Pelabuhan Tanjung Priok, namun saat Sonhadji tak kunjung kembali pada malam hari, keluarga pun curiga. Keluarga lantas melaporkan peristiwa itu kepada Polsek Jagakarsa.
(gus/asy)











































