"Saya tidak akan menggugat partai. Saya yakin Pak SBY menganggap semua kader Demokrat seperti anaknya. Jadi pasti yang diputuskan untuk anaknya kan pasti ada niat baik," ujar Nazar saat menghubungi detikcom, Rabu (25/5/2011).
Nazar menuturkan, selama ini ia mengenal SBY sebagai pemimpin yang bijaksana. Ia yakin sekali pencopotannya tanpa restu SBY.
"Pak SBY kan di PD dikenal sebagai orang yang bersih, orang menegakkan semuanya dengan aturan hukum, apapun semua persoalan dia dikembalikan ke penegak hukum dan tidak boleh hukum diintervensi apalagi dipolitisasi," tutur Nazar.
Nazar pun berharap kali ini SBY benar-benar memperlakukannya sebagai anak. Sehingga tidak membiarkan begitu saja kasus hukum yang dianggapnya fitnah diintervensi pihak lain.
"Beliau selalu menjunjung bahwa hukum tertinggi dan tidak bisa diintervensi oleh apapun," tandasnya.
Seperti diketahui Nazaruddin baru saja kehilangan posisinya sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat. Nazar dipecat dari posisinya karena dianggap melanggar pasal 15 kode etik Dewan Kehormatan PD.
Nazar menuding adanya rekayasa dalam pencopotanya. Ia menuturkan, pencopotannya direkayasa oleh Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsuddin dan juga Sekretaris Dewan Kehormatan PD Andi Malarangeng. Keduanya saat dikonfirmasi membantah tudingan tersebut.
(van/rdf)











































