Saat itu warga curiga melihat gerak-gerik Bernard dan Wawan yang memang bukan warga setempat menggendong seekor anjing. Kecurigaan semakin menjadi karena anjing itu terlihat meronta-ronta.
"Melihat gelagat mencurigakan dua pemuda tersebut, warga itu langsung meneriaki maling," kata Kapolsek Cengkareng Kompol Ruslan kepada wartawan Selasa (24/5/2011).
Mendengar teriakan itu, seketika warga berdatangan. Dengan membabi buta Bernard dan Wawan dihajar hingga bonyo. Setelah puas memukuli dua pemuda itu, warga membawanya ke Pos Polisi Kapuk.
Setelah dimintai keterangan kata Ruslan, dua pemuda itu hanya ingin menangkap anjing liar. Karena bukti dan saksinya tidak kuat, kedua pemuda itu dilepaskan. "Anjing yang diduga dicuri itu ternyata anjing liar, dan sudah melarikan diri entah kemana," tambah Ruslan.
Merasa tidak terima dengan perlakuan warga, Bernard dan Wawan langsung menghubungi teman-teman untuk melakukan penyerangan. Sekitar pukul 05.00 WIB, datang delapan orang dengan empat sepeda motor ke lokasi Bernard dan Wawan dipukuli. Tanpa basa-basi Bernard Cs langsung menghajar warga yang kebetulan berada disana.
Melihat rekannya dipukuli salah seorang warga berteriak sehingga mengundang warga lainnya untuk memberikan perlawanan balik. Tawuran pun tak dapat dihindari lagi. Kedua pihak juga membawa senjata tajam dan balok kayu.
"Seorang dari pihak penyerang bernama Taufik mengalami luka memar di wajah dan luka sayat di kepala," kata Ruslan.
Kericuhan tersebut akhirnya berhasil diredam setalah polisi sektor Cengkareng datang ke lokasi kejadian. Taufik yang terluka parah segera dilarikan ke RSUD Cengkareng dan mendapat perawatan serius.
"Hingga kini masih kami masih memeriksa para penyerang dan beberapa warga yang ikut bentrok," tutupnya.
(did/ndr)











































