"Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta sudah harus menjadi prioritas nasional," kata juru bicara Wapres Boediono, Yopie Hidayat di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (24/5/2011).
Menurut Yopie, Boediono sudah setuju dengan rencana Angkasa Pura II untuk merevitalisasi kapasitas bandara. Tahun 2014, bandara itu direncanakan akan bisa menampung 62 juta penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rapat dengan Boediono, AP II sudah memaparkan beberapa pekerjaan untuk menunjang rencanan itu. Terminal 3 akan dikembangkan, revitalisasi Terminal 1 dan 2, hingga pembangunan gedung terminal terintegrasi.
"Perkiraan awal kebutuhan dana untuk semua proyek di atas sekitar Rp 11,75 triliun. Pendanaan berasal dari Angkasa Pura II, kerja sama dengan investor dan pinjaman perbankan nasional," urai Yopie.
AP II saat ini masih harus menunggu hasil studi Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk pembangunan landasan pacu tiga dan terminal empat. Hambatan terbesar yang ditemukan adalah soal pengadaan tanah.
"Pembangunan landasan, apron, dan terminal ini membutuhkan lahan 820 hektare," lanjutnya.
"Dana pembebasan tanah untuk landasan pacu utara dan terminal 4 ini diperkirakan Rp 4,5 triliun dan berasal APBN," tambahnya.
Ada opsi lain juga jika masalah tanah ini tak bisa terpecahkan. Sebuah bandara di timur Jakarta sedang dipikirkan untung ruginya. Menurut perkiraan, bandara ini nantinya bisa menampung 100 juta penumpang per tahun.
PT KA juga berencana untuk membangun jalur kereta api dari Tangerang menuju Bandara. Line sepanjang tujuh kilometer ini akan selesai dalam waktu satu setengah tahun. Dananya dari PT KAI, total project cost termasuk terminal dan pembebasan tanah Rp 2,2- Rp 2,3 triliun.
"Kapasitasnya 5 juta penumpang per tahun jika beroperasi pukul 6 pagi sampai 10 malam. Jika 24 jam kapasitasnya meningkat menjadi 10 juta," tandasnya.
(mok/irw)










































