Kunjungan Kerja Anggota DPR ke Luar Negeri Dibukukan

Kunjungan Kerja Anggota DPR ke Luar Negeri Dibukukan

- detikNews
Selasa, 24 Mei 2011 18:15 WIB
Jakarta - Cerita kunjungan kerja (kunker) anggota DPR ke luar negeri tak selalu berbuah kritik dan hujatan dari publik. Misalnya saja kunker yang dilakukan anggota Komisi IX DPR, Itet Tridjajati Sumarijanto. Politikus PDI Perjuangan itu mendapat pujian bukan hanya karena membuat laporan pribadi kunkernya, tapi juga membukukannya.

Politikus perempuan ini membukukan 'Laporan Pribadi Kunjungan Kerja Komisi IX Bangkok-Thailand 4-9 Juli 2010'. "Saya tidak mau bilang semua anggota DPR harus membuat ini, tapi ini bagian tak terpisahkan dari tugas dan tanggungjawab anggota Dewan untuk menjunjung prinsip akuntabilitas dan transparansi," kata Itet.

Hal itu dikatakan dalam diskusi Laporan Pribadi Kunjungan Kerja Komisi IX ke Thailand, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/5/2011). Hadir sebagai penanggap, pengamat politik Yudi Latif dan Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia, Sebastian Salang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buku setebal 73 halaman itu berisi kegiatan Itet bersama 9 orang delegasi lainnya ke Thailand selama 5 hari. Itet melaporkan kegiatan hari per hari secara rinci. Dia tidak menggunakan bahasa narasi, melainkan poin-poin kegiatan yang disisipkan dengan foto kegiatan.

"Saya tidak menggunakan kata-kata yang panjang dan berbunga-bunga, tapi saya buat semenarik mungkin agar menarik untuk dibaca," katanya.

Yudi Latif mengapresiasi upaya Itet membukukan laporan pribadinya secara rinci. Dia berharap, apa yang telah dilakukan Itet bisa menjadi tradisi di DPR. Sebagai lembaga politik, DPR wajib mempertanggungjawabkan berapa sen pun uang rakyat yang telah digunakan.

"Di tengah sinisme yang meluas terhadap DPR karena persepsi publik melihat DPR kerjaannya tak ada lain selain hamburkan uang negara dengan jalan-jalan ke luar negeri yang tidak jelas, ini menjadi salah satu yang bisa dilihat hasilnya," katanya.

Sebastian mengatakan, selama ini publik sulit membedakan mana kunjungan kerja, studi banding, atau kunjungan delegasi. Sebab, para anggota Dewan tidak pernah mempertanggungjawabkan kepada publik soal kunjungan kerjanya.

"Ini hasil yang jujur. Dengan membaca buku ini sedikit demi sedikit orang mungkin mulai menaruh harapan bahwa masih ada anggota DPR yang benar," ujar Sebastian.

Itet mengaku tidak serta merta puas bisa membukukan hasil kunkernya. Sebagaimana ia tulis di halaman depan bukunya, "Laporan kunjungan yang disampaikan ini hanya akan bermanfaat apabila ada tanggapan dan tindak lanjut sebagai realisasi, visi dan misi kunjungan."

(lrn/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads