"Nggak jadi, datanya belum lengkap," alasan Nazaruddin saat dikonfirmasi, Selasa (24/5/2011).
Ancaman Nazaruddin pertama kali dikeluarkan pada Senin (23/5). Dia mengaku akan menggelar jumpa pers sore hari dan akan membuka aib Mahkamah Konstitusi (MK). Namun jumpa pers itu ditunggu hingga malam hari tidak kunjung digelar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, janjinya dia akan membuka data mengenai dugaan korupsi di Kemenpora yang melibatkan sejumlah pihak termasuk politisi demokrat. Apakah benar Nazaruddin memiliki data atau sekadar mengancam saja, belum diketahui pasti.
(ndr/nrl)











































