Seperti disampaikan Ropature sopir truk tanki dengan nomor polisi BK 9115 BE, Selasa (24/5/2011). Dia mengalami pembajakan pada Kamis (12/5/2011) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB. Tanpa takut, enam pria tak dikenal menggunakan senjata api melakukan pembajakan di jalan Tol Belmera, kawasan Simpang Kawasan Industri Medan (KIM) 2 Mabar.
Akibatnya, korban Ropature Situmorang, 35, warga Lingk. IX Gg Mandiri simpang Dobi, Kel. Titi Papan, kehilangan uang tunai Rp 1,9 juta dan surat berharga lainnya. Pembajak pun membawa kabur truk tanki berisi 31 ton CPO seharga Rp 310 juta, yang semula dikemudikan Ropature.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu menyuruh korban menjumpai seseorang yang disebut 'bos' di dalam mobil Avanza. Tanpa menaruh curiga, korban datang hendak memberikan fotokopi dokumen yang diminta pelaku. Saat korban mendekati mobil, seorang pria menodongkan senjata api dan memaksa korban masuk ke dalam mobil.
Korban kemudian diikat dan mulutnya ditutup plester. Korban sempat dibawa keliling-keliling dan diturunkan di kawasan Amplas sekitar pukul 05.00 WIB. Selanjutnya, korban mengadu ke Polisi Jalan Raya (PJR) tol Amplas, dan diarahkan membuat laporan ke Polsekta Medan Labuhan.
Menurut Ropature, peristiwa serupa juga nyaris terjadi di kawasan yang sama, Senin (23/5/2011) dinihari. Namun truk tanki berisi CPO itu berhasil lolos ketika hendak dihentikan para pembajak.
"Jika CPO yang dibawanya kena bajak, pemilik truk yang dirugikan karena harus mengganti CPO yang dirampok. Itulah yang terjadi ketika pembajak menggasak CPO beberapa waktu lalu, sehingga pemilik truk terpaksa mengganti uang ratusan juta rupiah," kata Ropature.
Sejumlah OTK juga pernah membajak truk pengangkut beras asal Aceh milik PT BES. Akibatnya, supir truk menjadi cemas saat memasuki kawasan Pelabuhan Belawan, terutama pada malam hari menjelang pagi.
Sementara Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Heru Prakoso mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran enam tersangka pelaku perampokan truk tanki CPO milik Ropature.
"Polda Sumut telah memerintahkan satuan wilayah untuk melaksanakan patroli di jam-jam rawan. Bukan hanya pengamanan truk pembawa CPO, tetapi juga pengamanan pada tindak kejahatan lainnya," kata Heru.
(rul/rdf)











































