Panwaslu Surabaya Turunkan Spanduk Hujat Wiranto

Panwaslu Surabaya Turunkan Spanduk Hujat Wiranto

- detikNews
Jumat, 18 Jun 2004 15:35 WIB
Surabaya - Akhirnya Panwaslu Surabaya menurunkan spanduk bernama hujatan pada capres Wiranto, Jumat (18/6/2004). Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini dibantu oleh petugas Bakesbang Linmas dan aparat TNI/Polri.Panwaslu mengoperasi jalanan di Surabaya yang diduga terpasang spanduk yang dipasang Forum Penegak Keadilan itu dengan menumpang mobil bak terbuka. Spanduk yang berhasil dicopot diletakkan di bak mobil.Di sela-sela operasi, Wakil Ketua Panwaslu Surabaya Wahyu Hariyadi menyatakan, pihaknya mulai tadi malam merima laporan-laporan yang ancaman pengerahan massa sebagai balasan terhadap hujatan yang menyinggung salah satu capres."Untuk mengantisipasi hal itu, Panwaslu Surabaya siang ini mengoperasi seluruh spanduk yang ada di berbagai sudut kota," kata Wahyu."Secara final, semua spanduk yang berada di sudut jalan protokol sifatnya menghujat salah satu capres akan kita copot dan kita simpan di Panwaslu. Surabaya siang ini sudah cukup panas dengan adanya perang spanduk," sambungnya.Wahyu mengaku kesulitan memenuhi desakan masyarakat maupun Polda Jatim agar pemasang spanduk semacam itu ditindak tegas. "Saya masih kesulitan untuk mendeteksi siapa pemasang spanduk tersebut meski di spanduk tersebut dicantumkan nama peasang yaitu Forum Penegak Keadilan," keluhnya. Namun apabila pemasang spanduk tertangkap basah, Panwaslu berjanji akan menindak tegas dan akan dikenakan delik pidana pemilu.Dari pantauan detikcom, spanduk hujatan itu antara lain berada di pertigaan Hotel Sahid, di depan Plasa Marina, dan di depan Surabaya Plasa. Ada dua macam spanduk yang dipasang. Pertama berbunyi, "Warga NU Jangan Pilih Capres yang Melanggar HAM" dan "Jadi Pangab Saja Tidak Bisa Meredam Kerusuhan Apalagi Jadi Presiden." Hingga pukul 15.35 WIB, operasi Panwaslu masih berlangsung. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini