Menumpang mobil bernopol RI 9, Mahfud yang duduk bersebelahan dengan Djanedjri di kursi belakang, tiba di kantor KPK pukul 14.00 WIB. Selain kompak mengenakan batik warna coklat, keduanya juga menolak memberikan komentar kepada pers.
Mengenai kedatangan Mahfud dan Janedjri ini sendiri terkait dengan pemberian uang oleh Nazaruddin. Pemberian tersebut diberikan kepada Janedjri 23 September tahun lalu dan sudah dikembalikan empat hari setelahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPK sendiri telah proaktif untuk menanggapi adanya informasi pemberian uang oleh politisi PD Muhammad Nazaruddin untuk Sekjen MK, Janedjri M Gafar. Senin kemarin staf KPK telah mendatangi Sekjen MK untuk meminta bahan keterangan.
"Kami masih proaktif. Tadi pagi jajaran kami dengan MK, kontak langsung. Ya kami ke sana menemui Sekjen (MK)," tutur Ketua KPK Busyro Muqoddas usai rapat dengar pendapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/5) malam.
Busyro menerangkan, staf yang mendatangi Sekjen MK tersebut adalah staf dari bagian pengaduan masyarakat. Tugas mereka untuk mengumpulkan bahan dan keterangan awal (Pulbaket).
"Dari Dumas, tugasnya ya Pulbaket. Dari bahan itu nanti dianalisis, nanti setelah Pulbaket kan ada tahapan penyelidikan, penyidikan dan seterusnya," papar mantan ketua KY ini.
(fjr/rdf)











































