"Partai harus menyiapkan kader yang terbina, yang terbiasa kerja dalam organisasi dan bisa menghadiri rapat-rapat hingga malam," kata peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Ronald Rofiandi saat berbincang, Selasa (24/5/2011).
Bukan tanpa alasan, sebelumnya Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyebutkan adanya penurunan kualitas DPR saat ini dari periode 1999 lalu. Salah satu indikatornya di bidang legislasi, di mana produktifitas pembahasan UU dahulu dan sekarang jauh berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronald melihat, saat ini banyak kader partai yang duduk di DPR justru tidak dibesarkan dalam proses internal partai. Yakni mulai meniti karier dari bawah hingga kemudian muncul dan menjadi legislator.
"Karena tidak melalui proses, akibatnya dalam kerja-kerja mereka di parlemen kurang maksimal. Mereka kurang bisa menyampaikan argumen dalam sebuah rapat. Kader yang memulai dari bawah akan mudah melakukan interaksi dengan kerja di DPR," tuturnya.
(ndr/rdf)











































