Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengatakan, angka pencurian pada Januari 2011 paling tinggi di wilayah Jakarta Barat sebanyak 120 kasus. Namun, pada Februari hingga April 2011, pencurian tertinggi berada di Jakarta Pusat.
"Pada Februari 2011, angka pencurian motor mencapai 40 kasus untuk di wilayah Jakarta Pusat," kata Baharudin Djafar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada Maret 2011, Jakarta Pusat kembali menduduki paling tinggi angka pencurian motor dengan 352 kasus," katanya.
Disusul kemudian Polres Depok dengan 53 kasus dan Polres Jakarta Selatan dengan 46 kasus pencurian motor.
"Pada April 2011, kembali Jakarta Pusat dengan angka 117 kasus, kemudian Depok 43 kasus dan Jakarta Selatan 37 kasus," katanya.
Sementara itu, tren pencurian motor yang tercatat di Polda Metro Jaya menunjukkan angka yang fluktuatif setiap bulannya pada 2011. Pada Januari 2011, angka pencurian motor di wilayah Polda Metro Jaya mencapai 546 kasus.
Pada Februari 2011, terjadi penurunan dengan angka mencapai 301 kasus pencurian motor di Jakarta dan sekitarnya. Namun, pada Maret 2011, angka pencurian motor kembali meningkat dari bulan sebelumnya, yakni 352 kasus.
"Sedangkan pada April 2011 kembali meningkat dengan angka 356 kasus," ujarnya.
Baharudin mengatakan, modus yang dilakukan para pelaku adalah dengan mematahkan kunci stang motor dengan menggunakan kunci letter T. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk memasang kunci ganda pada motor.
"Pasangnya di ban depan motor," tutup Baharudin.
(mei/rdf)











































