Rapat pleno KPUD Pekanbaru ini berlangsung di Hotel Ibis, Jl Soekarno-Hatta Pekanbaru, Selasa (24/5/2011).
Penghitungan suara untuk menentukan dua kandidat pasangan Firdaus-Ayat dan Septina Primawati-Erizal ini, mendapat pengawalan ekstra ketat. Ratusan aparat keamanan dari Polresta Pekanbaru dibantu Brimob Polda Riau disiagakan. Di halaman hotel selain personel polisi yang menjaga di pintu masuk, juga terlihat mobil Gegana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasannya, dalam selebaran yang dibagi-bagikan pada wartawan, pelaksanaan Pemilu Kada penuh dengan kecurangan.
"Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah dengan sengaja menggunakan jabatannya untuk mempengaruhi pemilih supaya memilih pasangan Firdaus-Ayat. Camat dan lurah untuk mendukung Firdaus-Ayat," kata Ketua Umum LSM Peduli Riau, Asmaidi dalam pernyataan sikapnya.
Kelompok ini juga menuding Ketua KPUD Pekanbaru, Yusri Munaf telah melakukan tindakan memasukan surat suara ke dalam kotak suara tanpa sepengetahuan Panwaslu dan saksi dari pasangan peserta Pemilu Kada.
Namun aksi demo ini tidak berlangsung lama. Setelah tidak mendapat izin masuk ke dalam kawasan hotel Ibis, mereka membubarkan diri dengan ancaman akan menduduki kantor KPUD Pekanbaru.
Sampai saat ini KPUD Pekanbaru masih melakukan penghitungan suara. Namun diduga kuat, pasangan Firdaus-Ayat akan memenangkan pertarungan untuk menjadi walikota. Firdaus-Ayat yang diusung Partai Demokrat, PKS, dan PDK bersaing dengan jagonya Golkar. Partai berlambang pohon beringin itu mengusung Septina yang tidak lain istri Gubernur Riau, Rusli Zainal berpasangan dengan Erizal Muluk incumbent wakil walikota Pekanbaru.
(cha/rdf)











































