Jl Perintis Kemerdekaan dan Pulomas Rawan Pencurian

Jl Perintis Kemerdekaan dan Pulomas Rawan Pencurian

- detikNews
Senin, 23 Mei 2011 20:59 WIB
Jakarta - Bagi anda yang selalu melintas di Jl Perintis Kemerdekaan tepatnya perempatan Jl Pemuda dan perempatan Coca Cola, Jakarta Timur, diharapkan kewaspadaannya. Di lokasi tersebut termasuk pada kawasan rawan pencurian terhadap para pengendara mobil atau motor.

"Jam rawan di wilayah tersebut termasuk jam ramai pulang kantor, mulai dari jam 6 (18.00 WIB) sampai jam 8 (20.00 WIB)," kata Kapolsek Pulogadung, Kompol Ary Purwanto, saat ditemui di kantornya, Senin (23/5).

Analisa pihaknya jenis kejahatan yang sering terjadi di dua kawasan tersebut adalah tergolong kejahatan jalanan (street crime). Ary merinci kejahatan yang banyak terjadi adalah penjambretan, pencurian spion kendaraan, atau perampasan dengan modus mengatakan mobil yang dikendarai korban mogok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diimbau bagi pengendara yang melintas di sana jangan mudah tergoda bujuk rayu orang tidak dikenal. Pengendara motor jangan berhenti bila disuruh orang yang tidak dikenalnya," imbau Ary.

Guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, Polsektro Pulogadung menyiagakan petugas patroli di wilayah tersebut, terutama di jam pulang kerja.

"Ada kejahatan karena ada niat dan kesempatan. Dengan adanya petugas yang berjaga, diharapkan mempersempit tindak kejahatan yang akan dilakukan," papar Ary.

Petugas yang patroli yang disiagakan itu merupakan petugas yang biasa berpatroli di 7 wilayah kelurahan di Pulogadung.

"Ada 7 kendaraan patroli yang biasa berpatroli di 7 kelurahan, sebagian kita kerahkan di dua lokasi itu, terutama di jam rawan kejahatan tadi," jelas Ary.

Jenis kejahatan lain yang juga menonjol di kawasan Pulogadung adalah pencurian rumah kosong. Aksi tersebut banyak terjadi di wilayah Kelurahan Pulomas. Guna menekan angka kejahatan, Ary mengimbau masyarakat tidak segan menghubungi polsek Pulogadung di nomor 021- 4892844.

Penekanan angka kejahatan juga dilakukan dengan memaksimalkan fungsi petugas Patroli. Mereka yang biasa berkeliling memantau situasi wilayah diharapkan lebih aktif menghampiri masyarakat.

"Petugas Patroli harus door to door untuk menanyakan titik kerawanan di wilayah tersebut," kata Ary.

Selain itu, fungsi wajib lapor kembali digiatkan kepada mereka yang bertamu."Agar kasus-kasus terorisme bisa diantisipasi, jangan sampai ada orang yang datang menginap tidak disampaikan," jelasnya.

(ahy/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads