"Saya sakit hati karena dipecat bos saya," ujar Arif, salah satu pelaku kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (23/5/2011).
Arif mengaku sudah bekerja di PT KSW selama 5 tahun. Namun, sejak 5 bulan lalu ia berhenti dari pekerjaannya karena dipecat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengaku melakukan perampokan itu, karena bosnya juga sering menggelapkan minyak rem. "Pak S, dia juga suka jual ke penadah," cetusnya.
Sementara itu, tersangka lain, Tikno, adalah seorang debt collector. โSaya dulu pernah jadi debt collector. Saya baru kali ini ikut merampok," akunya.
Kepala Satuan Reserse mobile Polda Metro Jaya Kompol Herry Heryawan mengatakan jika aksi perampokan itu dilakukan oleh 5 tersangka. Para tersangka telah membuntuti truk bernopol B 9390 CU itu sejak keluar dari Pelabuhan Merak, Banten pada Sabtu (21/5) lalu.
"Tersangka sudah merencanakan. Mereka sudah membuntutinya dari Merak," kata Herry.
Setibanya di tol lingkar luar di kawasan Kampung Kebantenan, Jatiasih, Kota Bekasi, sekitar 20 meter dari pintu masuk tol, truk berhenti karena mengalami kempes ban. Usai mengganti ban, truk tersebut dipepet oleh pelaku.
"Pelaku ada sekitar lima orang, turun dari mobil Terios dan menodong korban," ujar Herry.
Dua tersangka, Arif dan Tikno kemudian mengambil alih truk tersebut. Sementara korban Nuryadin (sopir) dan Dede (kenek) dimasukkan ke dalam mobil pelaku. "Mata kami ditutup lakban, tangan Dede diborgol, sedangkan tangan saya diikat. Mulut kami juga dilakban," ujar Nuryadin.
Kedua korban kemudian dibawa berputar-putar keliling kota. "Banyak berhenti, tapi di mana saya nggak tahu karena mata saya ditutup. Mereka banyak berkata kata โDan (komandan-red)โ seolah-olah ada aparat," jelasnya.
Kedua korban kemudian diturunkan di Tol Cileunyi, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (21/5) malam. Mereka ditolong oleh petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Cileunyi.
(mei/gah)











































