Rapat berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB di Wisma Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Senin (23/5/2011). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin langsung rapat bersama semua ketua partai politik kecuali Ketum Golkar Aburizal Bakrie yang diwakili oleh wakil ketum Agung Laksono.
"Iya tadi memang Bapak Presiden menerima para pimpinan partai koalisi untuk menandatangani kesepahaman antara partai koalisi dengan bapak presiden termasuk partai Demokrat," kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, kepada wartawan di kantor presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gonjang-ganjing soal koalisi pernah terjadi ketika ada usulan tentang hak angket pajak di DPR. PKS dan Golkar dianggap partai yang bandel karena mengusulkan hal tersebut. Isu reshuffle pun sempat berhembus namun batal dilakukan. Belajar dari kejadian ini, Demokrat kemudian mengusulkan draf kontrak koalisi baru.
(mad/nrl)











































