Firdaus-Ayat Bantah Dibantu Walikota Pekanbaru di Pemilukada

Firdaus-Ayat Bantah Dibantu Walikota Pekanbaru di Pemilukada

- detikNews
Senin, 23 Mei 2011 11:04 WIB
Pekanbaru - Video di Youtube yang berisi suara diduga intruksi pada camat dan lurah untuk memenangkan pasangan Firdaus MT-Ayat Cahyadi dalam pemilukada Pekanbaru, telah beredar dan menimbulkan rumor. Pihak Firdaus-Ayat membantah.

"Sampai saat ini, kami belum pernah mendengar dan menyaksikan video atau rekaman walikota pekanbaru, Herman Abdullah, yang dituding disinyalir, oleh tim pasangan Septina Priwati dan Erizal Muluk, melakukan pengarahan terhadap para camat dan lurah untuk mendukung salah satu pasang calon," kata juru bicara tim sukses Firdaus-Ayat, Eddy Ahmad RM dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (23/5/2011) di Pekanbaru.

Menurut Eddy, perintah walikota kepada para camat dan lurah adalah memberi fasilitas kepada calon yang ingin melakukan kampanye dialogis di daerah camat dan lurah. Eddy menambahkan, selaku birokrat tulen tidak mungkin Herman Abdullah melakukan intruksi kepada camat dan lurah untuk memenangkan pasangan tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak tahu persis, siapa yang mengunggah rekaman itu ke Youtube. Tapi yang jelas tidak mungkin Walikota Pekanbaru Herman Abdullah sekonyol itu. Yang jelas yang mengirim video itu ke Youtube, tentulah kelompok-kelompok yang merasa tidak puas atas hasil Pemilukada yang memenangkan pasangan Firdaus-Ayat. Dimana Septina Primawati, istri Gubernur Riau, yang berpasangan Erizal Muluk, kalah muntlak di 12 kecamatan di Pekanbaru, dari 58 kelurahan. Septina hanya menang di dua kelurahan," kata politisi dari Partai Demokrasi Kebangsaan itu.

Pihaknya juga tidak ambil pusing soal beredarnya video rekaman tersebut di situs Youtube. "Silakan saja masalah itu beradar videonya di Youtube, kami tidak mempersoalkan masalah itu. Karena faktanya, masyarakat Pekanbaru secara demokrasi telah menentukan pilihannya terhadap Firdaus-Ayat," kata Eddy Ahmad.

Eddy menilai, pemilukada sudah berjalan sesuai dengan aturan. Jika dalam pelaksanaannya, ada persoalan-persoalan, hal itu sangat manusiawi sekali. Sebab kalau mengkaji soal kecurangan, pihaknya juga punya bukti terhadap kecurangan yang dilakukan kompetitor.

"Bahkan kita pernah menangkap seorang Ketua RW yang sekarang lagi proses di kepolisian, melakukan politik uang yang memberikan uang kepada masyarakat untuk memilih pasangan tertentu," kata Eddy.

Oleh sebab itu, Eddy mengharapkan, pihak yang kalah dalam Pemilukada Pekanbaru legowo menerima kekalahannya. Apalagi pelaksanaan pemilukada yang sebelumnya diperkirakan akan rusuh, justru berjalan dengan aman.

"Kalau tim kompetitor akan membawa masalah pemilukada ke MK itu hak mereka. Saya hanya mengingatkan, ibarat pepatah jangan mempertinggi tempat jatuh. Hasil penilaian kami, tidak satu persoalan pun yang terjadi, yang dapat menggagalkan dan membuat pemilu ulang. Apa lagi, selisih perolehan suara sangat jauh mencapai 20 persen," kata Eddy.

Sebelumnya, beredar video di Youtube dengan judul 'Bukti Pelanggaran Herman Abdullah Walikota Pekanbaru pada Pilkada Kota Pekanbaru 2011-2016'. Video ini berdurasi sekitar 12 menit. Dalam video, muncul foto yang mirip Walikota Pekanbaru Herman Abdullah.

Tidak terlihat video rekaman bergerak, yang ada hanya suara seorang laki-laki. Pria itu sedang berbicara mengintruksikan untuk memenangkan calon pasangan Firdaus MT dengan Ayat Cahyadi.

(cha/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini