Karena itu, dua lembaga kegempaan seperti Badan Geologi ESDM dan BMKG didorong lebih mengintensifkan penelitian tentang gempa. Tujuannya, memberikan antisipasi lebih dini pada masyarakat dan pemerintah agar menghindari korban terlalu banyak.
"Dua badan itu sebaiknya memperhatikan dan mendorong dunia penelitian," kata staf khusus presiden bidang bencana Andi Arief dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bicara mencontoh Jepang, harusnya meniru langkah-langkah Jepang membentuk 4 komisi. 1. Komisi gempa purba 2. komisi potensi gempa Tonakai 3. komisi mitigasi nasional dan 4 komisi evakuasi Tokyo (ibu kota)," jelasnya.
"Semua berbasis penelitian di universitas dan pusat studi gempa yang ada," sambungnya.
Ditambahkan Andi, pernyataannya tentang potensi gempa yang cukup besar di Selat Sunda juga berdasarkan penelitian. Salah satunya tim dari USGS.
"USGS membuat studi kegempaan untuk Asia Tenggara untuk pembuatan peta gempa asia tenggara tahun 2007-2008, untuk selat sunda USGS mencatat potensi yang besar," urainya.
"Keselamatan rakyat dengan segala cara harusnya jadi prioritas, bukan mempolemikkan," simpulnya.
(mad/mok)










































