"Saya ini nggak ada potongan (tak cocok -red) jadi presiden dan saya tidak ingin jadi presiden," tegas Mahfud dalam wawancara di MetroTV, Minggu (22/5/2011) petang.
Sebelumnya dia menyitir tudingan politisi PD, Ruhut Sitompul, mengenai sesi keterangan pers bersama SBY yang menjadi awal pengungkapan tindak gratifikasi. Ruhut mempertanyakan motivasi Mahfud dengan menuding di balik itu ada niat terselubung mendongkrat popularitas untuk persiapan maju jadi kandidat Capres RI 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut dia menegaskan lagi, kasus gratifikasi telah disampaikannya kepada SBY selaku Ketua Dewan Pembina PD pada September 2010. Di antara keduanya ada kesepakatan, bahwa masalah tersebut akan ditangani langsung oleh SBY agar tidak ada politisi PD yang mengomentarinya.
"Saya terikat komitmen itu dengan Pak SBY. Konferensi pers itu (pada Jumat pekan lalu di Kantor Presiden) juga dibuka oleh Pak SBY. Jadi jelas bukan saya yang berinisiatif membuat konferensi pers," ujar Mahfud.
(lh/nrl)










































